TUGAS DAN WEWENANG WALI KELAS

WALI KELAS

Wali Kelas adalah Guru yang mendapat kehormatan memperoleh tugas tambahan membantu Kepala Sekolah untuk membimbing siswa dalam mewujudkan disiplin kelas, sebagai manajer dan motivator untuk membangkitkan gairah /minat siswa  untuk beprestasi di kelas

Wali kelas bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dengan berkoordinasi dengan :

  1. Wakasek Bidang Kesiswaan
  2. BP/BK
  3. Tata Usaha
  4. Kepala Kompetensi Keahlian

A. URAIAN TUGAS

Tanggung jawab : Bertanggung  jawab  kepada  Kepsek  atas terlaksananya pendampingan dan monitoring kelas.

Tugas :

  1. Menyusun program kerja Semester dan Tahunan
  2. Mewakili Kepala Sekolah dan Orang Tua Di lingkungan Sekolah
  3. Membina keimanan dan ketakwaan anak didik
  4. Membina kepribadian dan budi pekerti anak didik
  5. Membantu pengembangan kecerdasan dan keterampilan anak didik
  6. Membimbing anak didik dalam menangani ketertiban, kebersihan, keindahan lingkungan
  7. Bekerjasama dengan Guru BP/BK menangani anak didik yang mengalami masalah
  8. Mengetahui dan mengenal jumlah, nama, dan identitas lain tentang anak didiknya
  9. Mengetahui dan mengenal masalah-masalah yang dihadapi anak didiknya
  10. Membantu sekolah menangani masalah keuangan atau kewajiban anak didik terhadap sekolah
  11. Memperhatikan kesehatan anak didik
  12. Memperhatikan dan membina suasana kekeluargaan
  13. Melakukan kunjungan ke rumah orang tua siswa jika diperlukan
  14. Memperhatikan dan membina kemajuan atau kemunduran belajar
  15. Menyelenggarakan dan melengkapi administrasi dikelasnya
  16. Mengisi leger dan laporan penilaian hasil belajar anak didik
  17. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Sekolah
  18. MembantuWakasekBidang Kurikulum dan Wakasek Bidang Kesiswaan dalam permasalahan yang terkait,
  19. Membuat catatan tentang :
  •   Situasi keluarga dan ekonomi orang tua siswa,
  •   Ketidakhadiran, pelanggaran dan perilaku siswa,
  •   Prestasi akademik masing-masing siswa.
  •   Mengelola ruangan kelas dan administrasi kelas serta menjaga dan memelihara   segala fasilitas di dalamnya.

B. Wewenang

Wewenang wali kelas : Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pendampingan dan monitoring kelas.

saat ini wali kelas tidak lagi bertugas menulis rapor /laporan hasil belajar namun diberi kewajiban terkait laporan Hasil belajar (Rapor) yaitu mengentry nilai kelas dan mencetaknya
khusus wali kelas SMK N 1 Banyuputih silahkan diisi Rapor PAS Ganjil ini ya

  1. Kelas X TKPI / Ibu Ayati Kanzaniyah Nur Imani, S.Pd.
  2. Kelas X APHP / Bpk Fery Irawan, S.Pd.
  3. Kelas X TB Ibu Lies Febriana, S.Pd.
  4. Kelas X TKJ / Ibu Roviatul Widad, S.Kom
  5. Kelas X AKL / Ibu Dra. Endang Retno M
  6. Kelas XI TKPI / Bpk Andriyanto, M.Pd.
  7. Kelas XI TPHP / Bpk Drs. Ustadi
  8. Kelas XI TB / Ibu Tutuk Istuningrum, S.Pd.
  9. Kelas XI TKJ / Ibu Queen Mustaqimah, S.Kom
  10. Kelas XI AK / Bpk Insanur Rizal, S.E.
  11. Kelas XII TKPI /  Bpk Andi Wijaya Hadi Kusuma, S.T
  12. Kelas XII TPHP / Ibu Melinda Pratiwi, S.Pd
  13. Kelas XII TB / Ibu Nurul Alaina, S.Pd.
  14. Kelas XII TKJ / Ibu Reni Puji Rahayu, S.Pd.
  15. Kelas XII AK / Ibu Nurul Cahyani, S.Pd.

AGENDA WALI KELAS

  1. 5 – 10 Desember 2017 mempelajari cara mengisi rapor
  2. 11 – 13 Desember 2017 entri nilai rapor
  3. 14-15  Desember 2017 print dan tanda tangan rapor
  4. 16 Desember 2017 Pembagian Rapor terhadap wali murid
  5. 17-20 Desember 2017  liburan bersama ke Bali yuks dengan anggaran pribadi-pribadi

Semangat ya !!!!!!

Salam Bekerja dengan Ikhlas biar rezeki Alloh SWT yang mengatur dan semoga berkah

Mr. Dans

 

Advertisements

PRAKTEK KERJA LAPANGAN KURIKULUM 2013 REV 2017

Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan wajib bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu kegiatan belajar dengan objek dan tempat langsung di Dunia Usaha / Dunia Industri. Dalam Kurikulum 2013 (rev 2017) pelaksanaan PKL selama 120 hari / 24 minggu / 6 Bulan.

Proses Pembelajaran di dunia kerja (DUDI) disebut dengan Praktik kerja lapangan (PKL) untuk
penerapan, pemantapan, dan peningkatan kompetensi. Pelaksanaan PKL melibatkan praktisi
ahli yang berpengalaman di bidangnya melalui pembimbingan praktik.

A. Dasar Hukum

  1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. PP No. 19 Tahun 2005 yang terakhir diubah dengan PP No. 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  3. PP RI No. 17 Tahun 2010 yang telah diubah dengan PP RI No. 66 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
  4. PP RI No. 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri.
  5. Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
  6. Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.
  7. Permen Perindustrian No. 03/M-IND/PER/1/2017 tentang Pedoman Pembinaan dan
    Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match
    dengan Industri.
  8. Permen Tenaga Kerja No. 36 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemangangan di Dalam Negeri.
  9. Permen Pendidikan dan Kebudayaan No…. tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Menengah Kejuruan.
  10. Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud No. 4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.
  11. Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan.

B. Tujuan PKL

  1. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) untuk menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
  2. Menanamkan etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja menghadapi tuntutan pasar kerja global.
  3. Memenuhui hal-hal yang belum dipenuhi di sekolah agar mencapai keutuhan standar kompetensi lulusan.
  4. Mengaktualisasikan penyelenggaraan Model Pendidikan Sistem Ganda (PSG) antara SMK dan Institusi Pasangan (DUDI), memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di SMK dan program latihan di dunia kerja (DUDI).

C. Manfaat PKL

C.1. Bagi Peserta Didik

  1. Mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah.
  2. Menambah wawasan dunia kerja, iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
  3. Menambah dan meningkatkan kompetensi serta dapat menamkan etos kerja yang tinggi.
  4. Memiliki kemampuan produktif sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipelajari ditempat PKL
  5. Mengembangkan kemampuannya sesuai dengan bimbingan/ arahan pembimbing industri

C.2. Bagi Sekolah

  1. Terjalinnya hubungan kerjasama yang saling menguntungkan antara sekolah dengan duni kerja (perusahaan)
  2. Meningkatkan kualitas lulusannya melalui pengalaman kerja selama PKL.
  3. Mengembangkan program sekolah melalui sinkronisasi kurikulum, proses pembelajaran, teaching factory, dan pengembangan sarana dan prasarana praktik berdasarkan hasil pengamatan di tempat PKL.
  4. Meningkatkan kualitas lulusan

C.3. Bagi DU/DI

  1. Dunia Kerja (DUDI) lebih dikenal oleh masyarakat sekolah sehingga dapat membantu promosi produk.
  2. Adanya masukan yang positif dan konstruktif dari SMK untuk perkembangan DUDI.
  3. Dunia kerja/DUDI dapat mengembangkan proses dan atau produk melalui optimalisasi peserta PKL.
  4. Mendapatkan calon tenaga kerja yang berkualitas sesuai dengan kebutuhannya.
  5. Meningkatkan citra positif DUDI sebagai bentuk implementasi dari Inpres No 9 tahun 2016

D. Fungsi PKL

  1. Pemantapan Kompetensi . Pembelajaran di SMK belum memenuhi standar indusri, dilihat dari ketersediaan jenis dan jumlah peralatan, kompetensi pengajar, kondisi dan situasi belajar, dan situasi melayani konsumen secara langsung.
  2. Realisasi Pendidikan Sistim Ganda (PSG). Aktualisasi PSG, SMK bermitra dengan DUDI. SMK yang melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan DUDI dalam pelaksanaan pembelajaran: SMK PIKA Semarang, SMK Negeri 1 Singosari Malang yang membuka kelas ASTRA, SMK N 3 Banduran Sidoarjo (STM Perkapalan) dengan PT PAL Indonesia dan lain-lain

E. Pelaksanaan PKL

1. Pola harian (120-200 hari efektif).
>> 5 hari x 4 minggu x 6 bulan (120 hari)
>> 5 hari x 4 minggu x 10 bulan (200 hari).
2. Pola mingguan (24-40 minggu).
>> 4 minggu x 6 bulan (24 minggu)
>> 4 minggu x 10 bulan (40 minggu).
3. Pola bulanan (6-10 bulan).
Penyelenggaraan PKL pola bulanan ini dilakukan dengan cara mendistribusikan 6-10 bulan siswa mengikuti PKL ke dalam bulan efektif pembelajaran.

 

Demikian uraian tentang PKL semoga bermanfaat

sumber tulisan :

Pedoman PKL dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 2017

GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)

A. Konsep Literasi dan GLS

Literasi bukanlah sekadar membaca dan menulis, namun juga meliputi keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.

Ferguson (http://www.bibliotech.us/pdfs/InfoLit.pdf) menjabarkan komponen literasi informasi sebagai berikut:
1) Literasi Dasar (Basic Literacy), yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung. Dalam literasi dasar, kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan
menghitung (
counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasar
pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.
2) Literasi Perpustakaan (Library Literacy), yaitu kemampuan lanjutan untuk bisa mengoptimalkan Literasi Perpustakaan yang ada. Maksudnya, pemahaman tentang keberadaan perpustakaan sebagai salah satu
akses mendapatkan informasi. Pada dasarnya literasi perpustakaan, antara lain, memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami
Dewey Decimal System sebagai klasifkasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami
penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah.
3) Literasi Media (Media Literacy), yaitu kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya. Secara gamblang saat ini bisa dilihat di masyarakat kita bahwa media lebih sebagai hiburan
semata. Kita belum terlalu jauh memanfaatkan media sebagai alat untuk pemenuhan informasi tentang pengetahuan dan memberikan persepsi
4) Literasi Teknologi (Technology Literacy), yaitu kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan
teknologi. Berikutnya, dapat memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Dalam praktiknya, juga pemahaman menggunakan komputer (
Computer Literacy) yang di dalamnya mencakup menghidupkan dan mematikan komputer, menyimpan dan mengelola data, serta menjalankan program perangkat
lunak. Sejalan dengan membanjirnya informasi karena perkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam mengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat.
5) Literasi Visual (Visual Literacy), adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat. Tafsir terhadap materi visual yang setiap hari membanjiri kita, baik dalam bentuk tercetak, di televisi maupun internet, haruslah terkelola dengan baik. Bagaimanapun di dalamnya banyak manipulasi dan hiburan yang benar-benar perlu disaring berdasarkan etika dan kepatutan.

B. Tujuan GLS

Tujuan Umum

Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan literasi sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Tujuan Khusus

a) Menumbuhkembangkan budi pekerti.
b) Membangun ekosistem literasi sekolah.
c) Menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran (learning organization) (Senge, 1990).
d) Mempraktikkan kegiatan pengelolaan pengetahuan (knowledge management).
e) Menjaga keberlanjutan budaya literasi.

C. Prinsip GLS

Menurut Beers (2009), praktik-praktik yang baik dalam gerakan literasi sekolah menekankan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan yang bisa diprediksi.
2) Program literasi yang baik bersifat berimbang Sekolah yang menerapkan program literasi berimbang menyadari bahwa tiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Dengan demikian, diperlukan berbagai strategi membaca dan jenis teks yang bervariasi pula.
3) Program literasi berlangsung di semua area kurikulum. Pembiasaan dan pembelajaran literasi di sekolah adalah tanggung jawab semua guru di semua mata pelajaran. Pembelajaran di mata pelajaran apapun membutuhkan bahasa, terutama membaca dan menulis. Dengan demikian, pengembangan profesional guru dalam hal literasi perlu diberikan kepada guru semua mata pelajaran.
4) Tidak ada istilah terlalu banyak untuk membaca dan menulis yang bermakna.
Kegiatan membaca dan menulis di kelas perlu dilakukan kapan pun kondisi di kelas memungkinkan. Untuk itu, perlu ditekankan bentuk kegiatan yang bermakna dan kontekstual. Misalnya, ‘menulis surat untuk wali kota’ atau
‘membaca untuk ibu’ adalah contoh-contoh kegiatan yang bermakna dan memberikan kesan kuat kepada peserta didik.
5) Diskusi dan strategi bahasa lisan sangat penting. Kelas berbasis literasi yang kuat akan melakukan berbagai kegiatan lisan berupa diskusi tentang buku selama pembelajaran di kelas. Kegiatan diskusi ini juga harus membuka kemungkinan untuk perbedaan pendapat agar kemampuan berpikir kritis dapat diasah. Peserta didik perlu belajar untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya, saling mendengarkan, dan menghormati perbedaan pandangan satu sama lain.
6) Keberagaman perlu dirayakan di kelas dan sekolah. Penting bagi pendidik untuk tidak hanya menerima perbedaan, namun juga merayakannya melalui agenda literasi di sekolah. Buku-buku yang disediakan untuk bahan bacaan peserta didik perlu merefleksikan kekayaan budaya Indonesia agar peserta didik dapat terpajan pada pengalaman multikultural sebanyak mungkin.

 

SISWA BERPRESTASI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Berikut ini adalah nama-nama siswa yang berprestasi dengan menduduki peringkat 1, 2 dan 3 di kelasnya pada tahun pelajaran 2016/2017

A. Program Keahlian Teknika Kapal Penangkap Ikan

  1. Kelas X TKPI
  • Peringkat 1 : INDY MAULANA VERY H
  • Peringkat 2 :FARIZ LUKMAN HAKIM
  • Peringkat 3 : AHMAD FIKI ALFIAN

2. Kelas XI TKPI

  • Peringkat 1 : FADZILLA ARDIANSYAH
  • Peringkat 2 :MUHAMMAD ISMAIL
  • Peringkat 3 : JOSEPHANDER SAHAT TUA MARPAUNG

B. Program Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

  1. Kelas X APHP :
  • Peringkat 1 : HIDAYATUL MUTTAQIN
  • Peringkat 2 :HERMIN FEBTI AMELIA
  • Peringkat 3 : MILA FITRIA

2. Kelas XI TPHP

  • Peringkat 1 : ANDI PRADANA
  • Peringkat 2 :M BASYIR
  • Peringkat 3 : DARMANSYAH

C. Program Keahlian Tata Busana

kelas X

  • Peringkat 1 : NOFI EKA MAULIDA
  • Peringkat 2 :ELA PRASTIKA
  • Peringkat 3 : FITRIYATUL QOMARIYA

Kelas XI

  • Peringkat 1 : NELI AGUSTI
  • Peringkat 2 :SUPRIYANA
  • Peringkat 3 : EKAYATI

D. Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan

Kelas X

  • Peringkat 1 : LAELATUL HASANA
  • Peringkat 2 :LINGGA SETIAWAN
  • Peringkat 3 : ABDUR ROHMAN

Kelas XI

  • Peringkat 1 : USWATUN HASANAH
  • Peringkat 2 :ENI HARINI
  • Peringkat 3 : FERA FEBRIYANTI

E. Program keahlian Akuntansi

Kelas X

  • Peringkat 1 : HELMA PUTRI ANGELA
  • Peringkat 2 :SAKINA WARDATUL JANNAH
  • Peringkat 3 : DEWI MASITA

Kelas XI

  • Peringkat 1 : SITI NUR AISYAH
  • Peringkat 2 :JUNAIDA RAHMATUL AZIZAH
  • Peringkat 3 : SITI KOYYIMATUL KIBTIYAH